kita milik Dia.

menangkis virus ukhuwah.

Posted on: January 17, 2010

dirumuskan dari artikel “7 cara menangkis virus ukhuwah” di iluvislam.

bismillah ar rahman ar rahim…

“sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara dua saudaramu (yg berselisih) dan bertakwalah kepada allah agar kamu mendapat rahmat.” hujurat:10

surah hujurat secara keseluruhannya menyingkap tentang hubungan sesama muslim. dan perlakuan seorang muslim terhadap Rasulullah SAW.

untuk menangkis virus ukhuwah, kita perlu:

  1. tabayyun– mencari penjelasan dalam setiap maklumat yg diterima dan mencari bukti kebenaran informasi yg ada. Allah swt berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS 49:6)
  2. ‘adamus sukhriyyah-tidak memperolok-olokkan orang atau kelompok lain. Firman Allah swt: “Wahai orang-orang yang beriman janganlah satu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan).” (QS 49:11). Mampukah kita untuk meninggalkan tradisi sukhriyyah dan perasaan ana khairun minhu (saya lebih baik daripadanya), yaitu perasaan ‘sombong’ seperti yang dimiliki iblis? Inilah persoalan yang perlu ditanya pada diri.
  3. tidak mencela orang lain. Ini ditegaskan dengan firman-Nya: ‘Dan janganlah kamu mencela diri sendiri’. Mencela sesama muslim, oleh ayat ini dianggap mencela diri sendiri, sebab pada hakikatnya kaum muslimin dianggap satu kesatuan. Apalagi jika celaan itu berkait dengan kedudukan dan kebendaan di dunia. Allah sendiri menyuruh Rasul dan orang-orang yang mengikutinya untuk bersabar atas segala kekurangan orang-orang mukmin. (Lihat QS, 18:28)
  4. meninggalkan panggilan yg tidak baik sesama muslim. Ini berdasarkan firman Allah swt: “Dan janganlah kamu saling memanggil dengan sebutan-sebutan (yang buruk).” (QS 49:11) Tanabuz dalam bentuk yang paling parah adalah berupa pengkafiran terhadap orang yang beriman. Pada kenyataannya masih saja ada orang atau kelompok yang dengan begitu mudahnya menyebut kafir kepada orang yang tidak tertarik untuk masuk ke dalam kelompok tersebut.

  5. Ijtinabu Katsirin minadzdzan di mana Allah swt berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.” (QS 49:12) Pada dasarnya seorang muslim harus berbaik sangka terhadap sesamanya, kecuali jika ada bukti yang jelas tentang kesalahan tersebut.
  6. Tidak mencari-cari kesalahan dan aurat orang lain. Perbuatan ini amat dicela Islam. Allah swt amat suka bila kita berusaha menutup aib saudara kita sendiri. Firman Allah swt: “Dan janganlah kamu sekalian mencari-cari kesalahan (dan aurat) orang lain.” (QS 49:12)
  7. Allah swt menegaskan: “Dan janganlah kamu sekalian menggunjing sebagian lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?…” Ghibah sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah saw adalah menceritakan keburukan dan kejelekan orang lain. Ketika seseorang menceritakan kejelekan orang lain, maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, jika yang diceritakannya benar-benar terjadi maka itulah ghibah. Kedua, jika yang diceritakannya itu tidak terjadi bererti ia telah memfitnah orang lain. Begitu besarnya dosa ghibah, sampai Allah SWT menyamakan orang yang melakukannya dengan orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri.

jadi tanggungjawab kita dalam menjaga hablumminannas adalah, amar makruf, nahi mungkar dan pada masa yg sama, menutup aib sahabat kita sendiri. husnudzon juga penting dalam perhubungan sesama muslim.

renungkan. sejauh mana kita menjalankan tanggungjawab kita sebagai seorang muslim kepada muslim yg lain? masalah umat sekarang ni, lebih ramai suka menjatuhkan saudara muslim yg lain, dan bukannya saling membantu untuk bangkit.

kerana itu Al-Aqsa tak dapat dibebaskan dari jajahan Israel walaupun kuasa2 besar Islam berada di sekelilingnya. fikir2kan.

Tags:

2 Responses to "menangkis virus ukhuwah."

Konflik selalu mengutubkan dua subjek yang berbeda, satu di pihak yang benar – satu lagi di pihak musuh yang salah, dan masing-masing mengaku benar lalu saling menghakimi yang lain sebagai musuh yang salah. Semoga kita terhindar dari konflik yang merusak ukhuwah Amin🙂

insyaAllah selagi setiap daripada kita berpegang kepada al-quran wa as-sunnah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: