kita milik Dia.

Posts Tagged ‘ukhuwah

Alhamdulillah, selesai jugak tugas memphotographykan potluck dan solat hajat hari ni. penat juga. tapi berbaloi.

dapat capture gambar2 bermakna.

semoga Ukhuwah yang terbina semakin akrab dan teguh.

ya Rabb, perkenankanlah.

Tags:

fiqh ikhtilat. thank you.

tapi anti bagitau yg lelaki je. yg pihak perempuan mcmane? betul ke cara anti tu?

nak betulkan ketam berjalan, tapi bagitau ikan. padahal dia pun ketam jugak. hadoi2.

tapi terima kasih anyways. sbb apa yg anti buat tu untuk tujuan yg betul. cuma cara anti tu ana tak stuju.


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

Tags:

bismillah.

pernah tak anda rasa sesuatu yg buruk akan berlaku? bila jantung berdegup kencang sikit, kita rasa something will happen. kalau dalam bahasa omputeh, kita panggil “instinct”? ana slalu ada instinct if ada something is going to happen.

kebelakangan ini mcm banyak yg menyebabkan hati ini rasa tak senang. kenapa ye? ada terbuat salah kat someone ke? or ada something yg belum ku tunaikan? or ada orang duk ngumpat ana kat blakang??? hmm.. deria rasa ni dah byk kali menyelamatkan ana daripada sesuatu yg buruk. dan deria rasa ni datangnya dari Al-Wahhab. alhamdulillah. ana dikira sebagai seorang yg sangat peka walaupun sesuatu perkara itu sgt sulit untuk difikirkan.

bercakap ttg kepekaan aka sensitivity towards something, ingin diajukan kepada para pembaca sejauh mana anda peka dgn orang2 di sekeliling anda. hari ini, i saw something happen between my closest friends and i totally understood the whole thing.

A adalah kawan rapat B dah lama dah. tapi C pun rapat dgn B. A rasa C mengganggu hubungannya dgn B. C ni pulak suka menunjuk2 seolah2 she owns B. berkepit je keje. so irritatedlah A ni. kesedihan dia. terluka. hati A mengalami fibrosis. hehe.

orang lain mungkin tak nampak. tapi ana nampak. rasa helpless jugak. rasa tak mampu nak menolong. since B pun actually menjadi mangsa keadaan, rasanya tak patut utk menyebelahi sesiapa. A ada issue, B ada issue, C pun ada issue. *maaflah, org lain maybe tak faham apa yg ana ngarut2 ni. hanya org2 yg terlibat je yg faham. rasanya. tu pun kalau diorg baca post ni.*

persoalannya di sini. adakah C ni sengaja nak menyakiti hati A? atau C ni kurang kasih sayang dari kawan2 yg lain so dia mengharap B ni always menemani dia? atau C langsung tak peka dengan perasaan A?

but i think i need to say something.

since women are from venus… kita perempuan, adalah golongan yg mementingkan soal perasaan. kita take care about each other, kita faham hati each other. we can even talk eyes to eyes without talking! so how could u do that to one of your own kind? we are women. we are born sensitive to everythingi believe that u are not that blind to see that she hurts badly.

i’m sorry to say this. but i’m with A. she deserves to feel sad and irritated. u dont belong here. just go away from our sight. just take B away from us.

ps:  to B, we loves u. we want u to be here. it’s not us who push u away but C who makes it becomes so complicated. so, if u need us, just come. we are here to be with u.

May Allah be with u in whatever things u do.

ilalliqa’.

let's pray that everything will be just okay.

Tags:

dirumuskan dari artikel “7 cara menangkis virus ukhuwah” di iluvislam.

bismillah ar rahman ar rahim…

“sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara dua saudaramu (yg berselisih) dan bertakwalah kepada allah agar kamu mendapat rahmat.” hujurat:10

surah hujurat secara keseluruhannya menyingkap tentang hubungan sesama muslim. dan perlakuan seorang muslim terhadap Rasulullah SAW.

untuk menangkis virus ukhuwah, kita perlu:

  1. tabayyun– mencari penjelasan dalam setiap maklumat yg diterima dan mencari bukti kebenaran informasi yg ada. Allah swt berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS 49:6)
  2. ‘adamus sukhriyyah-tidak memperolok-olokkan orang atau kelompok lain. Firman Allah swt: “Wahai orang-orang yang beriman janganlah satu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan).” (QS 49:11). Mampukah kita untuk meninggalkan tradisi sukhriyyah dan perasaan ana khairun minhu (saya lebih baik daripadanya), yaitu perasaan ‘sombong’ seperti yang dimiliki iblis? Inilah persoalan yang perlu ditanya pada diri.
  3. tidak mencela orang lain. Ini ditegaskan dengan firman-Nya: ‘Dan janganlah kamu mencela diri sendiri’. Mencela sesama muslim, oleh ayat ini dianggap mencela diri sendiri, sebab pada hakikatnya kaum muslimin dianggap satu kesatuan. Apalagi jika celaan itu berkait dengan kedudukan dan kebendaan di dunia. Allah sendiri menyuruh Rasul dan orang-orang yang mengikutinya untuk bersabar atas segala kekurangan orang-orang mukmin. (Lihat QS, 18:28)
  4. meninggalkan panggilan yg tidak baik sesama muslim. Ini berdasarkan firman Allah swt: “Dan janganlah kamu saling memanggil dengan sebutan-sebutan (yang buruk).” (QS 49:11) Tanabuz dalam bentuk yang paling parah adalah berupa pengkafiran terhadap orang yang beriman. Pada kenyataannya masih saja ada orang atau kelompok yang dengan begitu mudahnya menyebut kafir kepada orang yang tidak tertarik untuk masuk ke dalam kelompok tersebut.

  5. Ijtinabu Katsirin minadzdzan di mana Allah swt berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa.” (QS 49:12) Pada dasarnya seorang muslim harus berbaik sangka terhadap sesamanya, kecuali jika ada bukti yang jelas tentang kesalahan tersebut.
  6. Tidak mencari-cari kesalahan dan aurat orang lain. Perbuatan ini amat dicela Islam. Allah swt amat suka bila kita berusaha menutup aib saudara kita sendiri. Firman Allah swt: “Dan janganlah kamu sekalian mencari-cari kesalahan (dan aurat) orang lain.” (QS 49:12)
  7. Allah swt menegaskan: “Dan janganlah kamu sekalian menggunjing sebagian lain.Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?…” Ghibah sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah saw adalah menceritakan keburukan dan kejelekan orang lain. Ketika seseorang menceritakan kejelekan orang lain, maka ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, jika yang diceritakannya benar-benar terjadi maka itulah ghibah. Kedua, jika yang diceritakannya itu tidak terjadi bererti ia telah memfitnah orang lain. Begitu besarnya dosa ghibah, sampai Allah SWT menyamakan orang yang melakukannya dengan orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri.

jadi tanggungjawab kita dalam menjaga hablumminannas adalah, amar makruf, nahi mungkar dan pada masa yg sama, menutup aib sahabat kita sendiri. husnudzon juga penting dalam perhubungan sesama muslim.

renungkan. sejauh mana kita menjalankan tanggungjawab kita sebagai seorang muslim kepada muslim yg lain? masalah umat sekarang ni, lebih ramai suka menjatuhkan saudara muslim yg lain, dan bukannya saling membantu untuk bangkit.

kerana itu Al-Aqsa tak dapat dibebaskan dari jajahan Israel walaupun kuasa2 besar Islam berada di sekelilingnya. fikir2kan.

Tags:

August 2017
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

reflection in the mirror.

Pages

REFLECTION

SESUNGGUHNYA SEMBAHYANG KU, HIDUPKU DAN MATIKU ADALAH UNTUK ALLAH swt.

Blog Stats

  • 13,262 hits

Top Clicks

  • None